Wednesday, May 15, 2019

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA BELAJAR KIMIA DENGAN METODE KOOPERATIF JIGSAW PADA MATERI IKATAN KIMIA

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA BELAJAR KIMIA DENGAN METODE KOOPERATIF JIGSAW PADA MATERI IKATAN KIMIA
terimakasih telah berkunjung, salam sukses

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS 6

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS 6
terimakasih telah berkunjung, salam sukses

MODUL PELAJARAN PKN - PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

MODUL PELAJARAN PKN - PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
terimakasih telah berkunjung, salam sukses

PTK BAHASA INDONESIA KELAS XI - UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI CERAMAH DENGAN METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS XI

PTK BAHASA INDONESIA KELAS XI - UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI CERAMAH DENGAN METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS XI
terimakasih telah berkunjung, salam sukses

PTK PENDIDIKAN AGAMA - UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IBADAH HAJI DENGAN METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS X.IIS.5

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IBADAH HAJI DENGAN METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS X.IIS.5

PTK KELAS X - PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN PASAR MODAL MELALUI PEMBELAJARAN SIMULASI KELAS X SMA

PTK KELAS X - PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN PASAR MODAL MELALUI PEMBELAJARAN SIMULASI KELAS X SMA

MODUL EKONOMI - ANALISIS PAJAK DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KELAS XI

terimakasih telah berkunjung, salam sukses

MODUL PENDAPATAN NASIONAL KELAS XI

terimakasih telah berkunjung, salam sukses

PTK PENJASKES - MENINGKATKAN TEKNIK BELAJAR PERMAINAN BOLA BASKET MELALUI METODE DIRECT LEARNING DENGAN PENDEKATAN TAKTIK PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V SD

Modul Pembelajaran Bola Basket

terimakasih telah berkunjung, salam sukses

PTK BIOLOGI - UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM PERNAPASAN DENGAN METODE KOOPERATIF TYPE THINK-PAIR-SHARE DI KELAS XI.IPA.1

terimakasih telah berkunjung, salam sukses

Pemesanan PTK/Skripsi/olahdataSPSS/ UD.EVAFC
Pengerjaan menyesuaikan pesanan
  1. Isi data form pesanan
  2. Transfer dana ke rek yang tercantum
  3. Proses pengerjaan
  4. Dikirim by email ato whatsapp
Email : tokoneeva@gmail.com


KARYA PENGEMBANGAN PROFESI SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME GURU EKONOMI DI SMAN 1 CIASEM

terimakasih telah berkunjung, salam sukses

Pemesanan PTK/Skripsi/olahdataSPSS/ UD.EVAFC
Pengerjaan menyesuaikan pesanan
  1. Isi data form pesanan
  2. Transfer dana ke rek yang tercantum
  3. Proses pengerjaan
  4. Dikirim by email ato whatsapp
Email : tokoneeva@gmail.com


KARYA PENGEMBANGAN PROFESI SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME GURU EKONOMI DI SMAN 1 CIASEM

PTK BIOLOGI SMA UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CAR SORT PADA SISWA KELAS XI.IPA TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Pemesanan PTK/Skripsi/olahdataSPSS/ UD.EVAFC
Pengerjaan menyesuaikan pesanan
  1. Isi data form pesanan
  2. Transfer dana ke rek yang tercantum
  3. Proses pengerjaan
  4. Dikirim by email ato whatsapp
Email : tokoneeva@gmail.com
WA : 081228352992


PTK BIOLOGI SMA UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CAR SORT PADA SISWA KELAS XI.IPA TAHUN PELAJARAN 2018/2019



Monday, January 7, 2019

PTK SENI BUDAYA UPAYA PENINGKATAN BELAJAR SENI BUDAYA MATERI BERNYANYI SECARA UNISONO DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VII.6 SMP NEGERI 24 JAKARTA



            Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang terintegrasi dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan sainstifik dan pendekatan tematik terpadu. Sehingga dalam kurikulum ini antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain saling berkaitan. Dalam kurikulum 2013 digunakan pembelajaran tematik-terpadu yang menggunakan tema, dimana pembelajaran ini sangat diperlukan dan sangat sesuai untuk anak sekolah dasar, karena pembelajaran ini sesuai dengan karakteristik dari anak sekolah dasar, seperti sesuai dengan psikologi mereka. Selain itu, juga dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak usia sekolah dasar sehingga mereka tidak hanya belajar dan mengembangkan kemampuannya secara kognitif, tapi juga secara afektif, dan psikomotorik.
Salah satu mata pelajaran yang termasuk dalam pembelajaran tematik terpadu yaitu Seni Budaya dan Prakarya atau disingkat dengan SBdP. Mata pelajaran ini berdasarkan permendikbud nomor 57 tahun 2014 masuk dalam kategori mata pelajaran umum kelompok B. Mata pelajaran SBdP ini dikembangkan oleh pemerintah dan juga bisa dikolaborasikan atau ditambah dengan pelajaran muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah sendiri. Dalam mata pelajaran  SBdP ini menampilkan aktivitas belajar dalam bentuk karya yang estetis, kreatif, artistik yang tetap berpegang pada nilai norma, perilaku, dan karakter dari budaya bangsa sendiri. Sehingga perkembangan dan peradaban dari budaya dan seni suatu bangsa tidak pudar atau hilang. Namun, mata pelajaran ini tidak menutut peserta didik untuk atau harus jadi seniman, tapi seperti dikatakan di atas yaitu melestarikan budaya bangsa.
Pembelajaran Kurikulum 2013 adalah bentuk pembelajaran yang diharapkan sebagai akibat Kebijakan pemberlakuan Kurikulum 2013. Kebijakan tentang pembelajaran kurikulum 2013 ini tercantum dalam dokumen regulasi Permendikbud No. 81A tahun 2013 yang diperbaharui dengan Permendikbud No. 104 tahun 2014 tentang Pembelajaran. Sudah barang tentu pembelajaran kurikulum 2013 membawa konsekwensi yang harus ditindaklanjuti oleh semua pemangku kepentingan pendidikan Indonesia. Semua pihak harus mulai dengan memahami pembelajaran kurikulum 2013. Tanpa pemahaman yang baik, guru tidak akan dapat melaksanakan pembelajaran kurikulum 2013 yang sesuai harapan.
Prinsip Kegiatan Pembelajaran oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 81 A Tahun 2013 tentang Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Nilai yang harus dikuasai siswa adalah Nilai Estetika dan Etika, Penalaran, dan Kreativitas. Dalam hal ini peneliti mengartikan pembelajaran yang seharusnya di berikan untuk siswa harus berpedoman pada nilai-nilai tersebut. Untuk itu pengembangan metode yang dilakukan guru harus benar-benar membangun peserta didik untuk memiliki nilai etika, penalaran dan kreativitas dalam diri siswa.
Pembelajaran Kurikulum 2013 berorientasi kepada usaha-usaha penyiapan lahirnya Generasi emas Indonesia 2045 yang didambakan. Generasi Indonesia yang memiliki kompetensi yaitu seperangkat sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan suatu program, atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Kompetensi-kompetensi yang tercantum dala ara pakar telah banyak mengemukakan pengertian atau defenisi tentang seni musik menurut pemahaman mereka, akan tetapi pada modul ini diharapkan mahasiswa dapat membuat pengertian atau defenisi menurut pemikiran sendiri dengan mengacu kepada pendapat yang telah dikemukakan oleh para pakar.
Sudarsono (1992:1) Seni musik adalah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau bunyi-bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri atau manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmatinya.
Rien (1999:1) Suatu hasil karya dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu, dan ekspresi.
Jamalus (1991:1) Suatu karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur  musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Lagu atau komposisi musik baru itu merupakan hasil karya seni jika diperdengarkan dengan menggunakan suara (nyanyian) atau dengan alat-alat musik.
Pendidikan seni musik merupakan suatu proses pendidikan yang membantu pengungkapan ide/gagasan seseorang yang ditimbulkan dari gejala lingkungan dengan mempergunakan unsur-unsur musik, sehingga terbentuknya suatu karya musik yang tidak terlepas dari rasa keindahanm Permendikbud No. 54 tentang Standar Kompetensi Lulusan.[1]
Rendahnya pemahaman materi yang diperjelas pada hasil nilai Ujian Tengah Semester Siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di kelas VII Tahun ajaran 2017/2018 dengan analisis hasil belajar siswa  70 % siswa tidak tuntas memenuhi Kompetensi Minimal dengan KKM 71.Kurangnya pemahaman materi Seni Budaya terlihat ketika mereka diberi soal-soal Seni Budaya.Soal-soal tersebut dikerjakan dengan gotong royong. Mereka melakukannya karena hanya sedikit dari mereka yang menguasai konsep Seni Budaya yang sesungguhnya. Sehingga perlu cara pemahaman yang benar tentang materi Seni Budaya agar terlihat menyenangkan. Dari permasalahan dan penjabaran kurikulum yang telah dijelaskan diatas maka peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas guna memenuhi pengembangan kompetensi individual siswa dalam pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 24 Jakarta dengan tujuan menciptakan siswa yang aktif dan efektif selama pembelajaran Seni Budaya di kelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta. Implementasi pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP yang telah dibuat, dan penelitian tersebut dirancang dan akan dilaksanakan dengan mengambil judul “UPAYA PENINGKATAN BELAJAR SENI BUDAYA MATERI BERNYANYI SECARA UNISONO DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VII.6  SMP NEGERI 24 JAKARTA”, yang dilaksanakan pada semester 1 Tahun Ajaran 2017/2018.
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut :
1)                  Apakah penerapan metode Drill berbantu modul dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran  Seni Budaya di kelas VII.6 SMP Negeri  24 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 pada Semester 1.
2)                  Apakah penerapan metode Drill berbantu modul dapat meningkatkan hasil belajar Seni Budaya pada materi Bernyanyi Secara Unisonodi kelas VII.6 SMP Negeri 24 JAKARTA Tahun Pelajaran 2017/2018.
3)                  Apakan penerapan metode Drill berbantu modul dapat meningkatkan keaktifan pembelajaran pada siswa di kelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018.
4)                  Apakah penerapan metode Drill berbantu modul dapat meningkatkan daya analisis siswa terhadap penerapan strategi belajar siswa di kelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018.
5)                  Apakah penerapan metode Drill berbantu modul dapat meningkatkan pemahaman konsep Seni Budaya dalam kehidupan sehari-hari siswa kelas VII.6 SMP Negeri 24 JakartaTahun Pelajaran 2017/2018.
Agar masalah yang teridentifikasi dapat terarah dan dikaji secara mendalam, maka perlu adanya pembatasan masalah. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi masalah pada peningkatan kualitas pembelajaran dengan penerapan metode Drill. Beberapa hal yang terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran dalam penelitian ini adalah :
1)                  Kualitas pembelajaran adalah tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang meliputi beberapa indikator, antara lain: (1) Menjelaskan tujuan dari metode Drill, (2) Menjelaskan langkah metode Drill, (3) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (4) Menyusun Instrumen Angket dan Penilaian terhadapan pelaksanaan Pembelajaran
2)                  Siswa kelas VII.6 sebagai objek penelitian dikhususkan pada pokok bahasan Materi Bernyanyi Secara Unisono.
3)                  Ketercapaian dalam penelitian ini adalah sekurang – kurangnya 80% siswa memenuhi standart Kriteria dalam Instrumen Penilaian Penelitian yang telah dibuat.
Dalam suatu penelitian diharapkan mampu untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini diharapkan akan memberikan manfaat secara praktis dan secara teoritis, yaitu :
1)                  Manfaat teoritis
a.       Memberikan kontribusi positif yang bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya Guru Seni Budaya mengenai penerapan metode Drill terhadap peningkatan belajar secara efektif dalam pencapaian prestasi belajar siswa.
b.      Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan pengembangan bagi penelitian-penelitian di masa yang akan datang pada bidang permasalahan yang sejenis.
4)                  Manfaat Praktis
a.       Bagi Siswa
Menciptakan kegiatan pembelajaran yang sesuai sasaran, siswa mampu menyesuaikan diri dengan tata tertib yang berlaku disekolah, siswa mampu menciptakan iklim belajar yang efektif dengan metode Drill sehingga berdampak pada peningkatan belajar secara aktif, kreatif dan pencapaian prestasi belajar siswa.
b.      Bagi Guru
Sebagai masukan bagi guru Seni Budaya sebagai salah satu pendekatan metode Drill dengan Pendekatan pembelajaran alternatif yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan hasil belajar Seni Budaya guna pencapaian prestasi belajar siswa.

E.     Tujuan Penelitian           
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk  mengetahui Efektivitas penerapan  metode Drill terhadap prestasi belajar Seni Budaya pokok bahasan Materi Bernyanyi Secara Unisonokelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018.
2.      Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respon (tanggapan) siswa terhadap   penerapan   metode   pembelajaran   Drill  dalam  pelajaran  Seni Budaya  pokok  bahasan Materi Bernyanyi Secara Unisonopada siswa kelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta.
3.      Untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami dasar ilmu Seni Budaya dalam perkembangannya sesuai dengan kompetensi yang diajarkan siswa di kelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta.
1)                  PTK
Menurut Arikunto, dkk. (2007:58), ada tiga pengertian yang dapat diterangkan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu :
         Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
         Tindakan  adalah  sesuatu  gerak  kegiatan  yang  sengaja  dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.
         Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama dari seorang guru.
Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki/ meningkatkan mutu praktik pembelajaran.
5)                  Kemampuan
Kemampuan: adalah kegiatan yang berhubungan dengan urat-urat saraf dan otot-otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah, seperti menghafal, menulis, mengetik dan sebagainya.
6)                  Drill

Penelitian dengan metode Drill ini telah dilaksanakan oleh saudara Galuh Arika Istiana pada Penelitiannya  di SMA Negeri 1 Ngemplak  pada tahun 2013/2104 dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Drill Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Pokok Bahasan Larutan Penyangga Pada Siswa Kelas XI IPA Semester II SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2013/2017”. Pada penelitiannya Galuh Arika Istiana sebagai peneliti membahas tentang peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas XI Fisika 2 SMA N 1 Ngemplak melalui metode Drill pada pokok bahasan materi Larutan Penyangga tahun ajaran 2013/2017.
Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   penerapan   model   pembelajaran Drill dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak  pada   mata   pelajaran   IPA  pokok   bahasan   Larutan  Penyangga. Penggunaan metode Drill (Pembelajaran Terbalik) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan merumuskan masalah, memberikan dan menganalisi argumen, melakukan deduksi, melakukan induksi, mengevaluasi, mengambil keputusan, serta melaksanakan tindakan terutama pada pembelajaran  IPA pada standar kompetensi “Larutan Penyangga”  Melalui metode Drill (Pembelajaran Terbalik) siswa menjadi lebih kritis dalam upaya pemecahan suatu masalah dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan  hasil  penelitiannya dapat  disimpulkan  bahwa  penerapan  model Discovery  Learning dapat  meningkatkan  aktivitas dan   prestasi   belajar   siswa   pada   materi  larutan   penyangga Pada   siklus   I,   persentase ketercapaian  aktivitas  belajar  siswa  sebesar  37%  yang  kemudian  meningkat  pada siklus  II menjadi 77,78%. Peningkatan prestasi belajar dilihat dari aspek kognitif pada siklus I mencapai 63%danmeningkat pada siklus II menjadi 81%, dari aspek afektif persentase ketuntasanuntuk siklus  I  sebesar 89%  dan meningkat  pada siklus  II menjadi 92,6%. Sedangkan  untuk  prestasi  belajar  aspek  psikomotorik  hanya dilakukan  pada  siklus  I  dan  memberikan  hasil  ketuntasan sebesar 81,48%.
Hubungan penelitian diatas dengan penelitian penulis adalah 1) Pembelajaran Drill dapat meningkatkan keaktifan siswa. 2) Tujuan dari penelitian Penemuan meningkatkan stimulasi berfikir menemukan sendiri terhadap siswa dalam penyeledikan masalah dalam mempelajari materi, 3) Pembelajaran Drill membiasakan anak bertindak menganalisis masalah yang ditemukan. untuk mengetahui seberapa efektifkah pembelajaran dengan metode Drill terhadap hasil keefektifan belajar siswa maka Penelitian yang akan peneliti lakukan mengambil metode Drill pada materi Bernyanyi Secara Unisonoyang peneliti lakukan di kelas VII.6 pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018.


Pembelajaran Latihan Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.
Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian, jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar.
1.      Menjelaskan maksud dan tujuan latihan terbimbing pada siswa.Guru harus lebih menekankan pada diagnosa, karena latihan permulaan belum bisa mengharapkan siswa mendapatkan keterampilan yang sempurna.
2.      Mengadakan latihan terbimbing sehingga timbul response siswa yang berbeda-beda untuk peningkatan keterampilan dan penyempunaan kecakapan siswa.
3.      Memberi waktu untuk mengadakan latihan yang singkat agar tidak meletihkan dan membosankan dan guru perlu memperhatikan response siswa apakah telah melakukan latihan dengan tepat dan cepat.
4.      Meneliti hambatan atau kesukaran yang dialami siswa dengan cara bertanya kepada siswa, serta memperhatikan masa latihan dengan mengubah situasi sehingga menimbulkan optimisme dan rasa gembira pada siswa yang dapat menghasilkan keterampilan yang baik.
5.      Guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang pokok dan tidak banyak terlibat pada hal-hal yang tidak diperlukan.
6.      Guru perlu memperhatikan perbedaan individual siswa, sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing dapat berkembang.
i.        Kelebihan
1.      Pengertian siswa lebih luas mengenai latihan berulang-ulang
2.      Siswa siap menggunakan ketrampilanya karena sudah dibiasakan
ii.      Kelemahan
1.      Siswa cenderung belajar secara mekanis
2.      Dapat menyebabkan kebosanan
3.      Mematikan kreasi siswa
4.      Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tau arti)
Dalam pegimplementasianya, Drill wajar digunakan untuk:
1.      Kecakapan motoris, misalnya: menggunakan alat-alat (musik,olahraga, menari, pertukangan dan sebagainya)
2.      Kecakapan mental, misalnya: menghafal, menjumlah, menggalikan, membagi, dan sebagainya
1.      Masa latihan harus menarik dan menyenangkan.
2.      Agar hasil latihan memuaskan, minat instrinsik diperlukan.
3.      Tiap-tiap langkah kemajuan yang dicapai harus jelas.
4.      Hasil latihan terbaik yang sedikit menggunakan emosi
5.      Latihan –latihan hanyalah untuk ketrampilan tindakan yang bersifat otomatik.
6.      Latihan diberikan dengan memperhitungkan kemampuan/ daya tahan murid, baik segi jiwa maupun jasmani.


7.      Prinsip dan Petunjuk Menggunakan Metode Drill
8.      Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu.
9.      Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersikap diagnostik:
10.  Pada taraf permulaan jangan diharapkan reproduksi yang sempurna.
11.  Dalam percobaan kembali harus diteliti kesulitan yang timbul.
12.  Respon yang benar harus diperkuat.
13.  Baru kemudian diadakan variasi, perkembangan  arti dan kontrol
14.  Masa latihan secara relativ singkat, tetapi harus sering dilakukan.
15.  Pada waktu latihan harus dilakukan proses essensial.
1.      Memiliki kemampuan motoris/gerak, seperti menghafalakan kata-kata, menulis, mempergunakan alat.
2.      Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan.
3.      Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan yang lain.
Seperti yang sudah dijelaskan dalam kerangka teori pada sub bab diatas maka dapat disimpulkan beberapa indikasi yang peneliti lakukan dalam rangka tindakan penelitian yang harus dilaksanakan adalah berdasarkan kerangka yang dijelaskan pada gambar berikut :
Gambar  1.                        Alur Kerangka Berfikir Penelitian Seni Budaya metode Drill di SMP Negeri 24 Jakarta  tahun ajaran 2017/2018
Rendahnya pemahaman siswa pada pelajarna Seni Budaya yang diperjelas pada hasil nilai Ujian Tengah Semester Siswaa pada mata pelajaran Seni Budaya di kelas VII tahun ajaran 2017/2018 dengan hasil analisis belajar siswa 70% siswa tidak tuntas memenuhi kriteria pembelajaran. Hal ini menyangkut pentingnya pembelajaran Seni Budaya untuk meningkatkan penalaran, daya kreativitas, nilai estetika dan etika siswa dalam membentuk karakter siswa yang menghargai budaya dan peninggalan para leluhur yang membangun bangsa dan negara. Untuk itu berdasarkan Prinsip Kegiatan Pembelajaran oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 81 A Tahun 2013 tentang Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Peneliti bertindak langsung sebagai Guru pembelajaran Seni Budaya berupaya meningkatkan pembelajaran seni budaya di SMP Negeri 24 Jakarta dengan konsep pembelajaran analisis dan berfikir kritis siswa dengan metode latihan  (Drill) pada pelaksanaan pembelajaran materi Bernyanyi secara Unisono. Diharapkan hasil akhir dari penelitian ini adalah minimal 80% siswa tuntas pada materi tersebut dengan nilai minimal 71 yang pelaksanaannya dilakukan dikelas VII.6 SMP Negeri 24 Jakarta.



[1]
M, A. A. (2012, 10). Konsep dan Pentingnya Seni Budaya. Diambil kembali dari http://sen1budaya.blogspot.com: http://sen1budaya.blogspot.com/2012/10/konsep-dan-pentingnya-seni-musik.html




WA ONLY 081228352992